Kabisat

29 02 2016

Sekedar menjadi penanda…

55281, 29 Februari 2016

😌





Ke Sinilah Aku Kembali…

1 09 2013

Hai, blogku! Senang bisa kembali bersua denganmu & mengisi ruang-ruang di dalamnya. Berapa lama kau “terlelap” tanpa gangguan dariku?πŸ˜€
Semoga mulai hari ini kita bisa sering bercengkerama layaknya dulu kala. Dan, hmm… sepertinya dandananmu perlu sedikit diubah… mau ‘kan? B)





Gelanggang…

1 08 2009

Ho-ho-ho… lama sekali saya tak menyurat di sini…
Pada edisi perdana setelah hibernasi:mrgreen: , izinkan saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke-34 kepada Gelanggang Mahasiswa UGM, “rumah kedua” saya di Jogja…
Gelanggang memang kagak ade matinye!πŸ˜‰

… hmm… itu dulu dah…πŸ˜€

P.S.: O ya, ultahnya tgl 31 Juli kemarin… 8)





Dua Hal tentang Kemarin

4 02 2009

Akhirnya, para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini turut menghiasi pemandangan di sepanjang bulevar UGM bersedia untuk pindah ke arena food court yang telah disiapkan oleh pihak kampus. Ini saya ketahui dari KOMPAS Yogyakarta edisi tgl 3 Februari 2009, & saya telah membuktikannya sendiri kemarin ketika mampir ke Gelanggang Mahasiswa UGM.
Entah apa yang membuat mereka luluh, padahal dulu sepertinya ngotot banget menolak relokasiΒ  dengan alasan apa pun (sampai demo segala). Hmm… mungkin mereka pikir akan lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya, ya…πŸ™„ . So, why not?
Kemarin itu juga, ketika saya mau makan siang di Kantin KOPMA UGM (jadi ini ceritanya “satu paket perjalanan”, gitu…πŸ˜€ ), saya harus mengantri cukup lama. Maklumlah, pas jam makan siang. Nah, yang ada di depan saya itu bule-bule, lumayan buanyak… (eh, bukan melulu bule, kok… ada satu orang yang bertampang entah India atau Srilanka nyelip di tengah-tengahnya :mrgreen: ). Sebenarnya bule bukan hal yang aneh di UGM, tapi tetap saja kali itu terasa beda. Soalnya seingat saya, selama 14 thn lebih jadi pelanggan di kantin tersebutπŸ˜‰ , ya baru kemarin itu saya lihat bule dalam satu gerombolan besar (heheh… emangnya apaan ya…πŸ˜† ) di sana. Biasanya, sih, cuma 2-3 orang.
Kadang-kadang memang seru juga melihat pemandangan di tempat yang lebih sering saya sebut sebagai “kafe” itu. Ya siapa pengunjungnya, juga tingkah polah mereka. Warna-warni! (pssttt… Duta “Sheila on 7” juga suka nongkrong di situ loh, kalau lagi ada di Jogja & nggak sibuk… maksud saya bareng konco-konconya main basket…πŸ˜› )





Bunga Mangga & Bunga Flamboyan

31 01 2009

Saat ini masih musim penghujan, bahkan tengah memasuki periode puncaknya. Namun saya melihat pohon mangga tetangga sudah mulai berbunga lagi!
Hmm… entah, ya, musimnya yang benar-benar makin kacau atau pohon mangga tetangga saya itu~jenis mangga apel~yang memang tidak mengenal musim tertentu untuk berbuah.
Sementara itu pohon flamboyan~yang konon (?!?πŸ˜€ ) merupakan salah satu indikator musim~masih juga menampakkan bunga-bunganya yang oranye cantik itu. Pertanda bahwa, ya… masih musim penghujan to…πŸ˜›





Dua Setengah Bulan

4 11 2008

Dua setengah bulan… Rentang waktu yang bisa dianggap lama, tapi bisa juga dianggap singkat, tergantung konteksnya. Dua setengah bulan itu juga, saya cuma mondar-mandir alias jadi peselancar pasif di jagat per-blog-an. Ehm… tidak pasif juga sebenarnya, karena saya masih sempat “nyampah” di sana-sini.:mrgreen:

Mengapa saya tak kunjung meluncurkan tulisan terbaru? Ah… saya sendiri kadang-kadang bingung. Begitu banyak ide untuk tulisan yang berkeliaran di benak saya, tapi belum satu pun yang mewujud menjadi tulisan utuh. Seperti ada barier yang menghalangi saya untuk menuntaskan ide-ide tersebut (mungkin karena saya masih punya banyak “hutang”?πŸ˜› ) Boleh jadi, ini juga salah satu bentuk kekonsistenan saya. Kekonsistenan untuk tidak konsisten, maksud saya.πŸ™„

Yah, semoga saja setelah (tulisan) ini saya bisa mulai konsisten dalam arti yang sesungguhnya. Soalnya tersiksa juga sih, bejibun ide lalu-lalang dalam pikiran tapi tak segera dieksekusi. Ibarat kepingin pipis yang sudah teramat sangat tapi tidak bisa segera menemukan toilet, bisa-bisa menjadi batu yang membahayakan kesehatan…πŸ˜€ Oh ya, harap maklum juga kalau nantinya tulisan-tulisan saya selanjutnya mungkin ada yang agak basi, basi, atau bahkan basi banget. Itu berarti saya merasa tulisan tersebut masih layak untuk ditampilkan karena ada perspektif lain yang saya angkat dari topiknya (& mudah-mudahan belum ada penulis lain yang mengulasnya, he-he-he…).





Amazing, Maria Kristin!

16 08 2008

Maria Kristin Yulianti, pebulutangkis puteri nomor 1 di Indonesia saat ini, membuktikan bahwa peringkat bukanlah segalanya. Berbekal posisi 21 dunia, Kristin hanya dibebani target untuk bertahan sampai babak 16 besar Olimpiade Beijing 2008. Namun ternyata dia mampu melaju terus lebih dari itu, menjadi satu-satunya pemain non-Cina & nonunggulan yang masuk babak semifinal. Medali perunggu pun diraihnya setelah mengalahkan Lu Lan, peringkat 2 dunia. Ini sekaligus menggagalkan sapu bersih Cina di nomor tunggal putri.
Perjuangannya luar biasa. Sebelum dihentikan Zhang Ning di semifinal, ia ~antara lain~ mengalahkan tiga pemain berperingkat lebih baik daripadanya: Julianne Schenk (13/Jerman), Tine Rasmussen (4/Denmark), & Saina Nehwal (15/India). Paling fenomenal, mungkin, ketika melawan Nehwal. Sempat tertinggal jauh, 3-11, pada set ketiga, Kristin membalikkan keadaan & akhirnya memenangkan pertandingan.
Kesuksesan Kristin di Olimpiade Beijing 2008 sebenarnya sudah mulai “tercium” sejak masuknya dia ke final turnamen Indonesia Superseries 2008. Permainannya tampak jauh lebih matang daripada ketika di putaran final Piala Uber 2008, baik secara teknis maupun dari sisi mental.
Hal itu pula yang terlihat ketika melawan Lu Lan pada pertandingan perebutan medali perunggu. Kalah relatif mudah, 21-11, di set pertama, Kristin mengambil set kedua dengan skor yang sama. Set ketiga diawali dengan tertinggal 0-3, tapi kemudian dia merebut 8 poin berturut-turut. Lajunya pun tak tertahan lagi, walaupun Lu Lan ~yang sudah mulai terlihat panik~ masih sempat menambah poin sampai 13. Sedap sekali melihat permainan Kristin saat itu, dia benar-benar tak terpengaruh oleh gemuruhnya penonton yang jelas mayoritas menyemangati pemain tuan rumah…πŸ˜€
Omong-omong, saya juga senang sekali hari ini Kristin bisa meraih medali perunggu Olimpiade 2008. Itu serasa jadi kado indah buat ulang tahun saya besok…:mrgreen: Terima kasih, Kristin! Semoga performamu terus menanjak, jangan pernah puas dengan pencapaianmu saat ini…








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.